Scabimanyu's Weblog

Home » Baby » Illnesses » Virus Campak “Jenis Baru” Beredar di Indonesia

Virus Campak “Jenis Baru” Beredar di Indonesia

March 2015
M T W T F S S
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

1601436virus-campak780x390

Senin, 23 Maret 2015 | 16:10 WIB

KOMPAS.com – Di tengah munculnya banyak virus penyebab penyakit baru semacam SARS dan MERS-Cov, virus penyebab “penyakit lama” masih beredar di Indonesia. Virus campak salah satunya.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Eijkman dan Rumah Sakit Umum Daerah Ulin di Banjarmasin menemukan genotif virus campak yang sebelumnya tak pernah djumpai di Tanah Air.

Edi Hartoyo, dokter di RSUD Ulin, mengirimkan 16 sampel virus campak yang didapatkan di Banjarmasin ke Lembaga Eijkman. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan, 9 diantara 16 sampel yang didapatkan merupakan genotif D8.

“Itu belum pernah didapatkan di Indonesia sebelumnya,” kata Ageng Wiyatno, peneliti di Lembaga Eijkman, dalam seminar “Dengue and Other Emerging Viruses: Confronting the Threats with New Technologies” di Jakarta, Senin (23/3/2015).

Menanggapi, Subangkit, peneliti campak di Badan Litbang Kementerian Kesehatan, mengungkapkan bahwa berdasarkan surveillance yang dilakukan lembaganya, persebaran genotif D8 di Indonesia memang tergolong baru.

Subangkit yang bertanggungjawab pada penelitian di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengatakan, genotif D8 baru terdeteksi tahun 2014. “Kami temukan di Bandung dan Riau,” katanya.

Secara global, terdapat 24 genotif virus campak. Genotif yang beredar di Indonesia mayoritas genotif G2, G3, dan D9. Genotif D8 sendiri saat ini tersebar di wilayah Asia, Eropa dan Afrika bagian selatan.

Masih Tantangan

Meski merupakan penyakit lama dan program vaksinasinya telah dilakukan lewat imuniasi sejak bayi, campak masih menjadi persoalan bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat.

Tahun 2015, Amerika Serikat mengalami outbreak campak. Campak mulai menjangkiti para pengunjung taman hiburan Disney, sehingga wabah kali ini kerap disebut “Disney Measles”. Diduga, wabah dipicu oleh pengunjung yang tak menjalani vaksinasi campak.

Di Indonesia, campak masih membuat Banjarmasin dinyatakan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB). Edi mengatakan, sepanjang tahun 2014, masih terdapat 34 kasus, tinggi untuk penyakit campak. Hingga Maret tahun 2015, sudah ada 17 kasus.

Edi mengungkapkan, tingginya kasus campak disebabkan oleh masih adanya penolakan pada vaksinasi. “Ada satu desa yang menolak vaksinasi campak. Kasus campak sebagian besar berasal dari sana. Mereka bilang, vaksinasi malah bikin sakit,” katanya.

Penolakan pada vaksinasi campak mengkhawatirkan. Kasus outrbreak di Amerika Serikat menunjukkan bahwa penolakan satu kelompok bisa menyebabkan dampak besar dalam satu komunitas.

Campak sendiri bila dibiarkan bisa memicu komplikasi. Pneumonia adalah komplikasi paling umum yang dijumpai di Indonesia. Penderita bisa meninggal, bukan oleh canpak, melainkan karena komplikasi yang diderita.

Sementara dari sisi sosial penolakan vaksinasi menjadi pemicu utama kasus campak, dari sisi biologi pun virus terus berkembang dan efektitifitas vaksinasi menjadi salah satu isu utama.

Dahulu, vaksinasi campak dipandang hanya perlu dilakukan sekali. Saat ini, vaksinasi campak harus berulang. Anak-anak yang divaksin campak masih berpeluang terjangkit pada usia 4 tahun. Pada yang tak menjalani vaksinasi, umur 2 tahun sudah bisa terjangkit.

Tantangan itu menjadikan pemetaan virus penting dilakukan. Pengetahuan tentang genotif virus yang beredar, kata Edi, berguna untuk mengetahui asal-usul virus serta mengetahui efektifitas vaksin. Lembaga Eijkman, RSUD Ulin, dan Universitas Lambung Mangkurat menandatangani MoU untuk kerjasama pemetaan virus.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: