Home » Baby » Demam pada anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Demam pada anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

May 2008
M T W T F S S
« Jan   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Demam adalah kondisi dimana otak mematok suhu di atas setting normal yaitu di atas 38C. Namun demikian, panas yang sesungguhnya adalah bila suhu > 38.5C.
Akibat tuntutan peningkatan setting tsb maka tubuh akan memproduksi panas.

Tiga Fase Demam

1. menggigil – sampai suhu tubuh mencapai puncaknya,
2. lalu menetap
3. dan baru akhirnya turun

Bagaimana dan Mengapa Demam Timbul
Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil di dalam tubuh kita yang disebut dg PIROGEN – ZAT PENCETUS PANAS.
Apa yg menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan pirogen? Banyak,
seperti infeksi, radang, keganasan, alergi, teething, dll.

Inflammation – Fever
Pertama, RADANG. Apa sih radang itu? Infeksi?

Dalam bahasa inggris, radang adalah INFLAMMATION, bukan infection. Dengan demikian, radang bisa disebabkan oleh infeksi tetapi bisa juga bukan karena infeksi.
Kalau karena infeksi, bisa infeksi kuman (bakteria) atau karena infeksi virus, jamur, parasit; tetapi kebanyakan infeksi pada bayi dan anak disebabkan oleh virus.
Apa penyebab radang yang bukan infeksi? Bisa alergi (yang tersering), bisa juga trauma, tumbuh gigi (teething), atau karena penyakit autoimun (ada kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh dikira sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem imun.

Kedua, apa itu INFEKSI?
Infeksi adalah masuknya jasad renik (micro organisms atau mahluk hidup yg sangat kecil yang umumnya tidak dapat dilihat dengan mata) ke tubuh kita. Masuknya micro-organisms tersebut belum tentu menyebabkan kita jatuh sakit, tergantung banyak hal antara lain tergantung seberapa kuat daya tahan tubuh kita.
Bila sistem imun kita kuat, mungkin kita tidak jatuh sakit atau kalaupun sakit, ringan saja sakitnya, bahkan tubuh kita selanjutnya membentuk zat kekebalan (antibodi). Mikro organisme atau jasad renik tsb bisa kuman bakteri,bisa virus, jamur, dll

Ketiga, DEMAM. Apakah demam itu? Penyakit atau gejala?
Demam bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh kita. Batuk, muntah, diare juga bukan penyakit, melainkan gejala. Berhadapan dengan gejala-gejala tersebut, yang terpenting adalah mencari tahu APA PENYEBABnya.

Apakah DEMAM ITU PASTI INFEKSI? Belum tentu, meski yang terbanyak adalah
akibat infeksi. Pada bayi dan anak kebanyakan adalah infeksi virus.

Mengapa kalau infeksi harus demam?
Sudah terbukti bahwa demam sengaja dibuat oleh tubuh kita sebagai upaya membantu tubuh menyingkirkan infeksi.
Pd saat terserang infeksi, maka tentunya tubuh harus membasmi infeksi tsb.
Caranya? Dengan mengerahkan sistem imun. Pasukan komando untuk melawan infeksi adalah sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasnya agar efektif dan tepat sasaran, sel darah putih tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak termasuk pirogen. Pirogen itu membawa 2 misi:
1.Mengerahkan sel darah putih atau leukosit ke lokasi infeksi
2.Menimbulkan demam yang akan membunuh virus karena virus tidak tahan suhu
tinggi, virus tumbuh subur di suhu rendah.

Dimana peran obat penurun panas?
Obat penurun panas, bekerja menghambat ensim Cox – sehingga pembentukan
prostaglandin terganggu-yang selanjutnya menyebabkan terganggunya peningkatan
suhu tubuh. Obat penurun panas samasekali tidak mengobati si penyebab demam itu sendiri.
Obat-obatan yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh Anti-cancer,
Antibiotics (ampicillin, clox, tetra, lincomycin, Bactrim, Septrim, INH, Flagyl), Cimetidine, Primperan

Cara Mengatasi Demam

1.Minum banyak, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca “kerugian yg
dapat terjadi karena demam”).
2.Kompres anak dengan air hangat.
Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas.
Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas. Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk. Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.
3.Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).

Complication
Demam itu umumnya justru dibutuhkan sebagai salah satu bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi. Tetapi apakah ada sisi negatifnya? Kerugian yang bisa terjadi akibat demam:
1.Dehidrasi – karena pada saat demam, terjadi peningkatan pengeluaran cairan tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
2.Kejang demam, tetapi kemungkinannya sangat kecil. Selain itu, kejang demam hanya mengenai bayi usia 6 bulan sampai anak usia 3 tahun. Terjadi pada
hari pertama demam, serangan pertama jarang sekali terjadi pada usia < 6 bulan atau > 3 tahun. Gejala: anak tidak sadar, kejang tampak sebagai gerakan2 seluruh tangan dan kaki yang terjadi dalam waktu sangat singkat. Umumnya TIDAK BERBAHAYA, tidak menyebabkan KERUSAKAN OTAK.

Principles in fever management
Apa yang terpenting dalam menghadapi anak demam?
-Mencari tahu apa penyebab panasnya.
-Dengan mengetahui permasalahan, maka kita dapat bertindak secara rasional.

Prinsip utama tata laksana demam (sesuai panduan Mayo Clinic USA) :
-Orang tua tidak perlu panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa. Hal utama yang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak. Bila saat suhu agak rendah anak masih tetap aktif, masih riang, masih mau main, maka kita tidak perlu cemas.
-Jangan memberikan obat panas bila demam tidak tinggi
-Cegah kemungkinan terjadinya dehidrasi
-Mengetahui kapan harus cemas dan harus menghubungi dokter

Di lain pihak, setiap penyakit itu ada nature nya masing2, misalnya common cold – 3 – 10 hari – ya jangan minta 1-2 hari sembuh. Kita tidak bisa melawan alam.

American Academy of Pediatrics – membuat rekomendasi penanganan demam dengan
mencantumkan kondisi-kondisi dimana orang tua harus menghubungi dokternya:
-Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38C
-Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.3C
-Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40C
Beberapa kondisi lainnya dimana anda perlu berkomunikasi dg dokter
-Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
-Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
-Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
-Kejang
-Kaku kuduk leher,
-Sesak napas
-Gelisah, muntah, diare
-Sakit kepala hebat

Dengan demikian, pemeriksaan laboratorium pada hari pertama demam, umumnya tidak diperlukan kecuali pada kondisi seperti yang dikemukakan di atas.

Sponging to ease fever
Kompres untuk meredakan demam

Tidak jarang orang tua terperangah bila saya tidak memberikan obat dan
menyatakan – cukup kompres saja.
Kompres hangat akan menurunkan suhu anak dalam waktu 30 – 45 menit.

Kapan kita mengompres anak demam?
1. Uncomfortable
2. Suhu (40C)
3. Pernah kejang demam atau keluarga dekat pernah menderita kejang demam
4. Muntah-muntah sehingga obat tidak bisa masuk


98 Comments

  1. seagate says:

    kurang jelas maksud saya anak yang terkena febris itu penyebabnya apa dan bagaimana penatalaksanaanya

    • May says:

      Hi pak anak saya demam dan badan timbul bentol2merah seperti alergi apa itu wajar?

      • scabimanyu says:

        Bu (?) May,
        Sebelumnya turut prihatin atas kondisi anak Ibu. Seperti informasi dan pengalaman saya, demam terjadi karena adanya perlawanan dari antibodi dalam tubuh terhadap masuknya benda asing (seperti virus, bakteri dll). Dan biasanya dalam mencari penyebab demam (apakah virus/bakteri) cara yang paling awal (bukan cara yang paling jitu — karena cara yang lebih detail harusnya didapat dengan observasi lebih mendalam, baik oleh dokter dan pemeriksaan cairan tubuh (darah/urine) untuk bisa memutuskan penyebab penyakit dalam konteks patogen.
        Bentol-bentol merah yang Ibu May utarakan, apakah menyebar di seluruh tubuh atau hanya bagian tertentu? Dan bentol ini bentuknya seperti flashing (seperti ketika tubuh bergesekan dengan benda kasar … tapi bukan seperti baret) atau seperti digigit serangga (nyamuk atau semut misalnya) atau bisa juga dalam kondisi tertentu bintik2 ini tampak terang dan merata. Nah ketiga tanda ini sangat berbeda penanganannya. Untuk itu, saya tidak bisa lain, adalah menyarankan Ibu May untuk membawa putra/putrinya untuk berkonsultasi dengan pihak medis (dokter) agar bisa diobservasi lebih lanjut. Dan tentunya apakah demamnya naik turun, sudah berapa lama, dan pengobatan (sederhana) apa saja yang sudah diberikan mohon bisa disampaikan kepada pihak medis.
        Demikian yang bisa saya informasikan, semoga putra/putri Ibu bisa cepat sembuh dan beraktivitas seperti semula.

  2. Dam says:

    Anak saya usia 7 tahun mengalami demam cukup tinggi 40,9’c, apabila dlam kondisi bangun turun hingga 37,8’c tetapi sewaktu tidur mencapai 39,9 ini sudah berlangsung 30jam. Gmana saya harus mengatasi(udah dikompres air hangat dan diberi obat penurun panar

    • scabimanyu says:

      Pak Dam, panas itu adalah akibat bukan penyebab. Anak Bapak ini apakah sedang masa perubahan fisik tertentu? Maksudnya yang normal … Jika memang tidak, maka saran saya adalah ke dokter umum/UGD, minta pengantar test darah ke lab. Cari lab yang cukup baik (supaya tidak salah diagnosa). Kemungkinan bisa macam-macam penyebabnya.

  3. ginting_dameria@yahoo.com says:

    Trimakasi u infonya, saya mau copy info ini. Bgmna crnya. Mhn info lain ttg perawatan anak. Tks

    • scabimanyu says:

      Pak Ginting,
      Untuk copy info ini, bisa dengan copy paste atau safe as file (bisa pdf atau xps).
      kalau pdf bisa dibuka dengan adobe acrobat reader/pdf reader lain.
      Sedangkan untuk xps dibuka dengan internet explorer.
      Terima kasih.

  4. STELLY says:

    dear,Dr
    anak saya umur 2,4 thn,demam 38,5 drjt,sdh 3 hari,dan sdh di bwh ke RS,Dr memberikan obat panadol anak,dan neurofin anak,tapi panasnya hy turun sebentar kemudian panas lagi,Dr mengatakan anak saya tdk ada infeksi dll,stlh diadakan tes urin,Dr jg bilang bahwa anak sy hy flu biasa,namun saya kwatir krn panasnya kok tetap sama,tp msh suka makan /minum,jg msh aktif bermain,pertanyaan saya sampai kapan panas anak saya?,apa benar anak sy hy flu biasa,at krn ada gejala penyakit lain?thanks.

    • scabimanyu says:

      Bila dalam waktu 3 hari panas masih terus terjadi (turun hanya karena obat penurun panas), penyebab paling mungkin adalah infeksi (jangan terburu takut dulu) yang bisa ringan bisa juga berat. Coba cek pangkal lidah maupun permukan kulit (bercak merah/bintik), bila mungkin tambahkan asupan protein dan serat agar stamina bisa tumbuh, kurangi makanan/minuman/lingkungan yang terlalu panas/dingin, terutama pada perubahan yang terlalu drastis.
      Semoga cepat sembuh.

  5. ricky wulan says:

    Keponakan saya beberapa kali dirawat di rumah sakit hanya karena demam tinggi. Orang tuanya meminta dirawat karena putranya, 1.5 tahun, beberapa kali kejang. Dan yang membuat kami khawatir dia mudah sekali mengalami demam tinggi, suhunya naik turun dalam waktu yang relatif singkat. Kenapa ya?

    • scabimanyu says:

      Kejang adalah reaksi dari syaraf yang mendapat repons dari otak pada level bawah sadar. Kalau yang alam sadar, biasanya kita gosok2an tangan ketika merasa dingin.
      Kejang adalah kondisi dimana otot2 di”gerak”-kan atau di”gesek”-kan secara internal. Contohnya ketika kita menggigil (yang paling ringan). Atau bisa juga karena hal lain.
      Demam tinggi yang tidak tertangani bisa mengakibatkan reaksi tersebut, dan dalam kondisi yang parah bisa menyebabkan SOD (sudden of death), dimana otak menstop semua organ (termasuk jantung), untuk melakukan pendingan masal, setelah semua reaksi yang diperintahkan gagal menurunkan suhu, atau bisa juga syaraf tidak lagi mampu mengirimkan sinyal bahwa kondisi sudah membaik.

  6. manar says:

    pak adik saya berumur 1 taun, tiba tiba demam tinggi mencapai 38-39,4 drjat c. sudah diberi parasetamol dan dikompres tapi tidak turun malah demam semakin tinggi. dia juga tidak mau ditinggal dalam arti harus selalu digendong, dia juga sama sekali tidak mau makan. lidahnya putih dan dibibirnya juga ada seperti sariawan .
    yang mau saya tanyakan , kira kira cara menurunkan demam selain parasetamol dan kompres itu apa pak ? lalu apakah bapak mempunyai solusi cara meminumkan obat agar tidak dimuntahkan ? terima kasih sebelumya pak

    • scabimanyu says:

      Saya coba comment satu persatu ya:
      1. Demam tinggi pasti harus dicari penyebabnya, apakah virus atau fisiologis
      2. Tidak mau ditinggal adalah wajar, ketika kita mengalami kesulitan pun, kita lebih suka bila ada banyak orang di sekeliling kita yang mendukung (anak kecil belum mengenal curiga dan kemunafikan, jadi semua dianggap dapat membantu)
      3. Maunya digendong. Ini salah satu therapy yang logis, dengan cara menyentuhkan tubuh anak sebanyak mungkin dengan keluarga yang sehat. Anak laki-laki dengan ayahnya demikian juga sebaliknya. Tubuh orang tua akan merespon tubuh sang anak dengan memusatkan reaksi pada area yang bersentuhan. Detak jantung dan transfer energi secara metafisis dibanyak kesempatan adalah proses family healing yang paling ampuh dibanding obat apapun.
      4. Mengenai minum obat, orang dewasa sering kali paranoid dengan banyak hal, termasuk hal yang baik. Untuk bisa memberikan obat, kita bisa memilih obat dengan rasa yang dia suka, manis, mint atau dingin, seringkali menjadi kesukaan anak-anak kecil, gunakan perantara tersebut, karena cukup mudah dicari di apotik.

  7. Rusdi says:

    Anak saya mengapa sering batuk dan demam 1bulan pasti 1kali begitu.umur anak saya 10bulan saja.jadi apa penyebabnya ?

    • scabimanyu says:

      Batuk dan deman, biasanya kita bisa mengatakan demam karena batuk. Batuk adalah suatu reaksi, demikian juga demam.
      Batuk disebabkan karena kondisi lingkungan atau virus flu yang juga bisa menyebabkan batuk.
      Saran saya sih, coba cek lingkungan, usahakan tidak terlalu kering, karena lingkungan yang terlalu kering sering menyebabkan batuk. Meskipun terlalu lembab juga bisa, tetapi pencegahan dengan sirkulasi yang baik (sering “dijemur”, atau main di lingkungan bebas, dapat membantu”. A/C yang terlalu dingin sering kali tidak kita sadari membuat kondisi ruang menjadi kering, jika memang demikian, taruhlah air terjum mini, kolam ikan atau akuarium untuk meningkatkan kelembaban ruang sampai kondisi normal di sekitar 65-70%.

  8. anita says:

    anak saya usia 16 bulan,badannya panas gak turun2 sampek 39, sudah dirawat di rs tapi panasnya masih blm turun juga, gmn cara mengatasinya supaya panasnya bisa turun dan lagi bibirnya merah,matanya jg agak merah apa itu semua faktor dari panasnya.mkasih

    • scabimanyu says:

      @Anita: bila usia sudah mulai lebih dari satu tahun, kondisi tubuh sudah jauh lebih sempurna, walaupun masih perlu waktu hingga usia akil balik untuk tidak lagi tumbuh. Yang dikhawatirkan sebenarnya adalah bila panas, tapi bibir pucat (bukan merah atau tidaknya). Usia 16 bulan sudah bisa diberikan obat penurun panas, untuk melihat apakah tubuhnya bisa merespon, dari lemas menjadi sedikit aktif. Ciri khas virus flu kurang lebih seperti itu. Tetapi bila suhu turun tapi tetap lemas (padahal asupan makanan masih masuk), maka kemungkinan penyakit lain/virus/bakteri. Sehingga harus check darah/feses ke lab.
      Semoga cepat sembuh …

  9. arief says:

    dokter anak saya usia 4,5th demam 38 derajat, kenapa air matanya keluar terus ya…….terima kasih

    • scabimanyu says:

      Pak Arief, ketika suhu anak meningkat, panasnya tentu saja akan menyebar hingga ke rongga mata dan menyebabkan bola mata menjadi kering (biasanya kita cek panas dengan mendekatkan punggung tangan ke dahi atau mengukur suhu dengan thermometer telinga). Salah satu fungsi dari air mata adalah untuk menurunkan suhu bola mata atau untuk melembabkan dan mencegah kerusakan pada bola mata. Yang terpenting adalah menurunkan suhu dengan cara yang tepat sesuai penyebabnya.

  10. fitri says:

    jujur saya takut kalo anak saya udh mengalami demam….
    kalo panas suhunya tak pernah lebih dr 39′ c…
    apakah kalu panas seperti itu selama 3 hr (apakah jg hrs menunggu 3 hr atw lebih),untuk dicek di laboratorium?

    • scabimanyu says:

      Ibu Fitri, demam yang lebih dari 38 derajat harusnya sudah diberikan treatment, seperti obat penurun panas. Umumnya virus akan kembali menyerang dalam waktu 3-4 jam. Bila ini terjadi selama 3 hari, ya, ibu harus bawa ananda ke dokter untuk cek lebih lanjut.

  11. Rini says:

    Pak Dokter, anak saya baru minggu yg lalu di opname krn kejang demam, 39’C. Saat itu anak saya sedang batuk pilek.
    Mengalami kejang <5 menit, lsg kami bawa ke UGD. Kemudian dirawat inap selama 5 hari. Hasil tes darah jml leukosit 17.400. Stlh ditangani di RS, hari ketiga di RS, leukosit turun mjd 8.400. Mohon info lbh lanjut APAKAH ADA EFEK JANGKA PANJANG dari kejang demam yg dialami anak saya? Anak laki-laki, umur 2 tahun 11 bln, tinggi 100cm, berat 15 kg. Kejang demam yg dialami adalah yg pertama kali (semoga terakhir kalinya). Trims sebelumnya atas tanggapan Bapak.

    • scabimanyu says:

      Ibu Rini, dengan asupan makanan dan dikuranginya rangsangan pada otak akan membantu proses regenerasi dari sel-sel otak yang kemungkinan mengalami kerusakakan (yg diketahui dari pemeriksaan CTScan).
      Untuk anak usia balita, proses regenerasi sel tubuh dengan kondisi tubuh yang baik, akan berlangsung lebih cepat dan lebih baik dibanding yang sebaliknya. Semoga membantu.

  12. fesy says:

    terima kasih infonya,,,,anak saya bila demam panas sampai 39 lbh dan pernah kejang demam diusia 8bln,jadi setiap kali anak saya demam saya didera kecemasan takut kejangnya terulang,dari dokter anak saya dapat obat anti kejang stesolid syirup yg diminum 3 X sehari,apakah obat tersebut aman dan kapan anak saya musti minum obat tsb (saat panas tinggi atau selama demam dgn dosis sprti anjuran dokter?)

    • scabimanyu says:

      Untuk mengetahui aman tidaknya suatu obat, terutama bukan obat bebas, maka harus dirujuk ke dokter yang memberi resep dan takaran sesuai berat tubuh. Bila tidak yakin, cobalah mencari second opinion. Hehehehe … Tentu saja anaknya/pasien harus dibawa untuk observasi. Semoga membantu ….

  13. intan yuliaty says:

    anak saya usia 10bln,sering sekali demam mencapai 40 dan mudah terserang flu,beberapa bln yg lalu habis di khitan krn menurut informasi rs terkena infeksi saluran kencing .namun masih tetap sering demam
    Bila demem tinggi anak saya terbiasa mengkonsumsi obat ibuprofen melalui anus.karena bila menggunakan paracetamol lama sekali turun panasnya saya khawatir terjadi kejang.Bila saya baca dibrosur obat tsb tdk dianjurkan utk usia< 3th.
    Apakah obat tsb berbahaya?Berapa waktu yg normal bila anak kita berikan paracetamol untuk menurunkan panasnya
    Mohon infonya

    • scabimanyu says:

      Ibu Intan, anak ibu baru 10 bulan tetapi sering demam hingga 40 derajat celcius? Apakah ini terjadi sejak dilakukan khitan yang berefek samping infeksi saluran kencing?
      Bila ya, saran saya merujuk ke dokter untuk pengobatan yang tuntas dan bantu ajari sang anak yang harusnya belum dilepas sendiri mengenai pentingnya hiegienis.
      Mengenai obat yg dilewatkan melalui anus, bila memang ragu bisa minta observasi dokter untuk menentukan apakah sang anak sudah harua belajar mengkonsumsi obat oral. Semoga membantu …

      • Dwi sulistiana says:

        Dok…saya mau tanya?anak q tu sudah 1bln ini batuk n pilek,sdh brobat kmn2 blm smbuh juga,klu bapilnya g bs keluar,panasnya dikepalanya aja…gmn solusinya dok..mksh!

      • scabimanyu says:

        Dengan kondisi cuaca seperti ini dan stamina yang menurun, penyakit batuk pilek memang sedang banyak melanda tidak cuma anak-anak tetapi juga orang dewasa. Jadi maksudnya sudah berobat, tetapi batuk pileknya belum sembuh dan diikuti demam. Saran saya selain minum obat, makanan juga perlu diperhatikan dan bila bermain di luar rumah usahakan tidak terpapar angin secara langsung, bisa menggunakan jaket atau pakaian yang lebih tebal. Tidak nyaman memang, tetapi demi kesembuhan sang anak, sepertinya itu lebih baik. Dari sisi orang tua, bila memang sudah berobat, dan obat yang disarankan sudah habis, tetapi tidak ada perubahan, mungkin ada baiknya mencoba rujukan lain, atau bisa juga minta diganti obatnya. Semoga bisa membantu, dan cepat sembuh anaknya …

  14. rini says:

    Pak anak saya umur 3,8 thn sering sekali demam, baru satu minggu demam sembuh satu minggu skrg dia demam lagi kenapa ya pak

    • scabimanyu says:

      Ibu Rini tinggal di Jakarta dskt, kalau iya, saat ini memang sedang peralihan musim di mana hujan dan panas bergantian. Jadi selama staminanya nggak drop mungkin saja demam itu berulang, karena demam adalah pertanda antibodi yang berperang melawan penyakit. Usahakan makan tetap lancar, banyak makan yang mengandung protein dan sayur/buah-buahan. Bila memang panasnya sudah terlalu tinggi, merujuk ke dokter adalah langkah yang paling bijak. Semoga cepat sembuh.

  15. ade says:

    pa anak saya panas udah 2 minggu..tpi panasnya cuma menjelang sore dan bangn tdr pgi aja trs perutnya kembung..

    • scabimanyu says:

      Pak/Ibu Ade, kalau sudah 2 minggu panas, bagaimana nafsu makan si anak? Kalau masih lahap makan sayur, buah dan protein, maka mungkin ini sementara saja, tetapi bila sudah ada tanda-tanda stamina drop, lebih baik dibawa ke dokter untuk di diagnosa lebih lanjut … dikhawatirkan sudah ada serangan virus flu atau bakteri sehingga perut kembung yang bisa diakibatkan oleh bakteri atau bisa juga hanya masuk angin. Semoga cepat sembuh ya …

  16. nonong says:

    Pa,anak saya suka buang air besar aja dan susah makan tapi anaknya aktif…trus sekarang anak saya itu sakit panas…apa dari diare?cara mengatasinya gimana dan obatnya yg enak buat anak apa?soalnya dia tiap2 dikasih obat dari dokter selalu nangis dan jengker jengker ga mau diminum…mohon petunjuknya…

    • nonong says:

      maaf anak saya 2 tahun

    • scabimanyu says:

      Pak Nonong,
      Buang air besarnya dicek dulu normal atau tidak (maksudnya apakah mengandung virus/bakteri/zat lain yang mengakibatkan diare ~ buang air besar tidak padat dan sangat sering). Jika ya, maka ini harus diobati dulu. Mengenai panas/demamnya bisa berhubungan, bisa juga tidak. Untuk makan obatnya, minta saran dokternya apakah ada model lainnya, misalkan tidak suka obat racik/puyer bisa diganti dengan syrup. Cara lain adalah menyertakan obat dengan makanan kegemarannya. Susah makan bisa juga membawa kondisi menjadi lemah dan mudah terserang penyakit, apalagi anaknya cukup aktif. Hati-hati juga dengan kondisi makan susah tapi aktif, karena pada umur sekitar itu, biasanya memang anak mulai memilih makanan, jadi harus lebih kreatif, baik menu maupun cara menyuapinya, misalkan variasi menu, kemudian disuapi dengan cara makan bersama rekan-rekan sebayanya … Semoga cepat sembuh anaknya, ya Pak.

  17. junaidi says:

    anak saya usia sekitar 7 bulan..saya mau nanya, kenapa setelah diimunisasi (disuntik) anak saya sll demam….dan low dikasih obat anti demam apakah akan berefek kurang maksimalnya bekerja faksin imunisasi tersebut.

    • scabimanyu says:

      Meskipun rata-rata sama, reaksi tubuh kita atas perlakuan yang sama bisa dikatakan unik. Demikian jugareaksi anak kita terhadap vaksin yang notabene adalah virus yang dijinakkan. Demam adalah hasil dari reaksi tubuh atas vaksin tersebut. Memberikan obat demam salah satunya adalah “menipu” sensor tubuh untuk tidak memperdulikan adanya virus jinak tersebut. Jadi memberikan obat demam tidak akan mempengaruhi kinerja vaksin. Demikian tanggapan saya, semoga bisa membantu.

  18. delpi says:

    Info nya bgs nambah knowledge para ibu 2 muda.

  19. dok….
    saya mempunyai seorang bayi lelaki…
    bayi saya ini dulu ketika saat melahirkan dilahirkan dengan persalinan normal tetapi di induksi sampai 2 botol baru lahiran dengan berat badannya 3 kg,
    ketika lahir badannya agak panas dan langsung di bawa ke rumah sakit,disana di diagnosa terkena penyakit kuning…dan harus dirawat dengan fototerapi selama 2 hari…
    sekarang bayi saya usia nya sudah 45 hari…
    tetapi bayi saya ini badannya sering panas…
    dalam 2-3 hari atau seminggu pasti ada demam dan panas nya tinggi…
    sudah saya bawa ke dokter dan diberikan obat penurunan panas…
    tp panas nya masih sering kambuh….
    jika kambuh kami berikan obat penurun panas dan dikompres…
    cara ini memang slalu berhasil…
    panas tubuhnya normal kembali….
    yang saya tanyakan apakah demam tinggi pada bayi saya ini normal hanya dikarenakan karena saat melahirkan menggunakan induksi?????
    apakah cara kami mengatasi demam nya tersebut sudah benar dan tidak ada efek bagi bayi kami dok…
    karena ini adalah bayi pertama, kami tidak mempunyai banyak pengalaman…
    mohon bimbingannya dok….
    terima kasih sebelum nya…

    • scabimanyu says:

      Dear Adiz,
      Saya bukanlah dokter, saya hanya share pengalaman saya dengan anak saya,ndan kebetulan yang baru sempat ditulis adalah pengalaman medis. Tapi terkait dengan pertanyaan Adiz, sejauh dokter spesialis belum melepas anak dengan status sehat dan normal, lebih baik kalau orang tua fokus dengan kesehatan anak, ini sisi psikologynya. Kesehatan medis memang bisa diusahakan secara medis, tapi jangan lupa sisi psikisnya. Memang tidak wajar bila seorang anak harus secara berkala minum obat demam supaya tidak kembali demam. Coba cari pendapat dari dokter yang berbeda, bukan hanya melihat treatment yang paling hebat atau obat paling mahal, tetapi ahli yang membuat kita nyaman baik ketika berkonsultasi, maupun menjalankan anjuran2nya.
      Mengenai pengaruh induksi saya kurang informasi mengenai itu, dan apa saja dampaknya pada bayi. Mungkin bisa dikonsultasikanmke dokter kandungan atau yang bertanggung jawab terhadap tindakan disaat prose melahirkan.
      Demikian, semoga bisa membantu …

  20. arya says:

    nice share..

  21. rhyme says:

    Assalammualaikum..haii,sy mau tanya,sabelum ini kami sekeluaga liburan ke pantai,cuaca di sana mendung tapi ga hujan,dan angin nya kuat,dan anak saya bnyk main air di kolam renang dgn anak2 kawan saya yg lain,anak kawan saya pada saat itu ada yg demam,tp main air juga,ada tai mata hijau yg keluar terus menerus dan ingus berwarna hijau.dan plng dr pantai bsknya anak saya pilek,mgkin krna cuca dan vitus y,apa penyebab demam dpt menimbulkab juga tai mata yg pekat dan berwarna hijau,karna anak saya berumur 1 tahun 8 bln,awalnya pilek cair,tidak berwarna,disusul dgn batuk – batuk,lalu demam tapi tdk tinggi,jd saya hanya beri obat panadol dan obat batuk,mandi puj selalu mandi air hangat,karna sebelum ini selalu mandi air dingin,tp pilek sudah sampai 2 minggu masih jg ada,ditambah lagi setiap bgn tdr ada tai mata berwarna hijau pekat yg sampai menutupi mata..penyebabnya apa y..dan cara penanggulangan nya bagaimana terima kasih..wassalam

    • scabimanyu says:

      Pak Rhyme yth,
      Yang pertama, agak aneh rasanya bila anak yang sedang sakit demam dipaparkan pada kondisi angin kuat dan bermain air, karena keduanya akan memicu demam yang lebih hebat. Berbeda dengan kasus pilek dan batuknya yang memang bisa membantu bila diberikan terapi hawa pantai yang memang mengandung garam. Tetapi memaparkan anak yang sedang demam dengan hembusan angin dan air menurut saya kurang bijaksana.
      Kotoran mata adalah endapan dari air mata dan debu dari mata, bisa menggumpal atau sering disebut dengan belek/gound adalah sbb:

      1. Reaksi alergis terhadap debu, spora jamur, ketombe, atau kontak langsung dengan air or kosmetik yang mengandung zat klorine.
      2. Belekan karena bacterial, dicirikan dengan kotoran yang berwarna kekuningan agak mirip seperti isi jerawat pokoknya yaa gitu dech!! Hehehe, untuk masalah seperti ini bisa sedikit kita atasi kompres dengan air hangat tambahkan minyak anti biotik pada air hangatnya, atau obat tetes untuk bakteri, karena banyaknya jenis bakreri yang ada maka untuk lebih enaknya dapat langsung bertanya kepada dokter, jika diatasi dengan teratur belekan jenis ini dapat hilang dalam waktu 2 – 3 hari
      3. Konjungtif viral (belekan viral) ini terjadi akibat komplikasi flu dan pilek hal ini sedikit menghasilkan kotoran hitam, tapi lebih banyak keluar air di banding konjungtif bakteri sehingga jika bangun tidur mata akan sangat rapat dan sulit untuk terbuka, hal ini biasanya terjadi jika antibiotika tidak bekerja sepenuhnya, maka diperlukan 2 – 3 minggu untuk menghilangkan belekan ini.
      (http://adproindonesia.multiply.com/journal/item/149?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem dan http://wiki.answers.com/Q/What_do_they_call_the_stuff_in_your_eyes_when_you_wake_up)

      Ini panadol yang kunyah, khan ya Pak? Karena panadol cukup banyak ragamnya pastikan tidak overdosis. Jadi sekarang mengenai solusi mediknya, yang terpenting adalah demam turun, sembuhkan pileknya, sementara belek/gound bisa menggunakan obat tetes, tentu saja ini harus dikonsultasikan ke dokter anak mengenai obat tetes dengan kandungan zat aktif yang cocok untuk umur dan kondisi anak Bapak.
      Kemudian, jaga kebersihan tubuh dan lingkungan, usahakan selalu bersih dan tidak berdebu, batasi kegiatan/aktifitas sehingga tidak terlalu lelah. Karena tubuh yang lelah/lemah dapat membangkitkan virus yang mungkin sudah tidak aktif lagi, dan sebagai reaksi antibodi, akan timbul demam.
      Demikian, semoga membantu dan cepat sembuh.

      • rhyme says:

        @scabomanyu..terima kasih banyak atas saran juga nasehatnya..smoga anak saya tidak terkena jangkitan virus yg berbahaya y…oia..panadol yg saya berikan itu panadol sirup suspension untuk anak 1-6 tahun,saya berikan kalau anak saya demam saja..terima kasih y…

      • scabimanyu says:

        Sama-sama, Pak. Semoga dapat membantu.

  22. desimamanyaabi says:

    dok anak saya sudah 6 hari demam sekarang dia gak mau makan padahal udah 2xkedokter tp katanya flu biasa
    bagaimana cara menanganinya dok

    • scabimanyu says:

      Hehehe … Nama anaknya mirip, ya Bu Desi. Okey, yang pertama, saya bukan dokter, saya cuma orang tua biasa yang mencoba sharing pengalaman saya sebagai orang tua. Anyway, soal demam yang 6 hari itu, apakah turun naik atau tidak? Usia berapa? Apakah lingkungan memang mendukung untuk suspect flue biasa atau ada suspect lainnya. Mungkin perlu konsul ke dokter yang bisa berkomunikasi dengan lebih terbuka, sehingga penyebab demam bisa segera ditanggulangi. Demikian komen saya, semoga berguna dan Abi bisa cepat sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala.

  23. scabimanyu says:

    New Update, semoga berguna:

    Kejang Demam
    Sumber:http://milissehat.web.id/?p=51
    January 8th, 2010 by admin2

    Kejang Demam

    12/28/2006

    Apakah kejang demam itu ?

    Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi sistem saraf pusat (1,2). Hal ini dapat terjadi pada 2-5 % populasi anak. Umumnya kejang demam ini terjadi pada usia 6 bulan – 5 tahun dan jarang sekali terjadi untuk pertama kalinya pada usia 3 tahun.

    Tidak ada nilai ambang suhu untuk dapat terjadinya kejang demam (2). Selama anak mengalami kejang demam, ia dapat kehilangan kesadaran disertai gerakan lengan dan kaki, atau justru disertai dengan kekakuan tubuhnya. Kejang demam ini secara umum dapat dibagi dalam dua jenis yaitu (1,2):

    Simple febrile seizures : kejang menyeluruh yang berlangsung 15 menit, dan atau berulang dalam waktu singkat (selama demam berlangsung).
    Risiko berulangnya kejang demam

    Simple febrile seizures tidak meningkatkan risiko kematian, kelumpuhan, atau retardasi mental. Risiko epilepsi pada golongan ini adalah 1%, hanya sedikit lebih besar daripada populasi umum. Risiko yang dimiliki hanyalah berulangnya kejang demam tersebut pada 1/3 anak yang mengalaminya. Beberapa hal yang merupakan faktor risiko berulangnya kejang demam adalah (1,2):

    Usia < 15 bulan saat kejang demam pertama
    Riwayat kejang demam dalam keluarga
    Kejang demam terjadi segera setelah mulai demam atau saat suhu sudah relatif normal
    Riwayat demam yang sering
    Kejang pertama adalah complex febrile seizure
    Risiko berulangnya kejang demam adalah 10% tanpa faktor risiko, 25% dengan 1 faktor risiko, 50% dengan 2 faktor risiko, dan dapat mencapai 100% dengan ≥ 3 faktor risiko.

    Penanganan kejang demam

    Dalam penanganan kejang demam, orang tua harus mengupayakan diri setenang mungkin dalam mengobservasi anak. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut (2,3):

    Anak harus dibaringkan di tempat yang datar dengan posisi menyamping, bukan terlentang, untuk menghindari bahaya tersedak.
    Jangan meletakkan benda apapun dalam mulut si anak seperti sendok atau penggaris, karena justru benda tersebut dapat menyumbat jalan napas.
    Jangan memegangi anak untuk melawan kejang.
    Sebagian besar kejang berlangsung singkat dan tidak memerlukan penanganan khusus.
    Jika kejang terus berlanjut selama 10 menit, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Sumber lain menganjurkan anak untuk dibawa ke fasilitas kesehatan jika kejang masih berlanjut setelah 5 menit. Ada pula sumber yang menyatakan bahwa penanganan lebih baik dilakukan secepat mungkin tanpa menyatakan batasan menit (4).
    Setelah kejang berakhir (jika < 10 menit), anak perlu dibawa menemui dokter untuk meneliti sumber demam, terutama jika ada kekakuan leher, muntah-muntah yang berat, atau anak terus tampak lemas.
    Jika anak dibawa ke fasilitas kesehatan, penanganan yang akan dilakukan selain poin-poin di atas adalah sebagai berikut (3,4):

    Memastikan jalan napas anak tidak tersumbat
    Pemberian oksigen melalui face mask
    Pemberian diazepam 0,5 mg/kg berat badan per rektal (melalui anus) atau jika telah terpasang selang infus 0,2 mg/kg per infus
    Pengawasan tanda-tanda depresi pernapasan
    Sebagian sumber menganjurkan pemeriksaan kadar gula darah untuk meneliti kemungkinan hipoglikemia. Namun sumber lain hanya menganjurkan pemeriksaan ini pada anak yang mengalami kejang cukup lama atau keadaan pasca kejang (mengantuk, lemas) yang berkelanjutan (1).
    Berikut adalah tabel dosis diazepam yang diberikan :

    Terapi awal dengan diazepam

    Usia Dosis IV (infus) (0.2mg/kg) Dosis per rectal (0.5mg/kg)

    10 years 5–10 mg 10–15 mg

    Jika kejang masih berlanjut :

    Pemberian diazepam 0,2 mg/kg per infus diulangi. Jika belum terpasang selang infus, 0,5 mg/kg per rektal
    Pengawasan tanda-tanda depresi pernapasan
    Jika kejang masih berlanjut :

    Pemberian fenobarbital 20-30 mg/kg per infus dalam 30 menit atau fenitoin 15-20 mg/kg per infus dalam 30 menit.
    Pemberian fenitoin hendaknya disertai dengan monitor EKG (rekam jantung).
    Jika kejang masih berlanjut, diperlukan penanganan lebih lanjut di ruang perawatan intensif dengan thiopentone dan alat bantu pernapasan.

    Perlu tidaknya pemeriksaan lanjutan

    Setelah penanganan akut kejang demam, sumber demam perlu diteliti. Dalam sebuah penelitian, sumber demam pada kejang demam antara lain infeksi virus (tersering), otitis media, tonsilitis, ISK, gastroenteritis, infeksi paru2 (saluran napas bagian bawah), meningitis, dan pasca imunisasi.

    Beberapa pemeriksaan lanjutan hanya diperlukan jika didapatkan karakteristik khusus pada anak.

    Pungsi lumbar (1)

    Pungsi lumbar adalah pemeriksaan cairan serebrospinal (cairan yang ada di otak dan kanal tulang belakang) untuk meneliti kecurigaan meningitis. Pemeriksaan ini dilakukan setelah kejang demam pertama pada bayi (usia 18 bulan, pungsi lumbar dilakukan jika tampak tanda peradangan selaput otak, atau ada riwayat yang menimbulkan kecurigaan infeksi sistem saraf pusat. Pada anak dengan kejang demam yang telah menerima terapi antibiotik sebelumnya, gejala meningitis dapat tertutupi, karena itu pada kasus seperti itu pungsi lumbar sangat dianjurkan untuk dilakukan.

    EEG (electroencephalogram) (1)

    EEG adalah pemeriksaan gelombang otak untuk meneliti ketidaknormalan gelombang. Pemeriksaan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan pada kejang demam yang baru terjadi sekali tanpa adanya defisit (kelainan) neurologis. Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa EEG yang dilakukan saat kejang demam atau segera setelahnya atau sebulan setelahnya dapat memprediksi akan timbulnya kejang tanpa demam di masa yang akan datang. Walaupun dapat diperoleh gambaran gelombang yang abnormal setelah kejang demam, gambaran tersebut tidak bersifat prediktif terhadap risiko berulangnya kejang demam atau risiko epilepsi.

    Pemeriksaan laboratorium (1)

    Pemeriksaan seperti pemeriksaan darah rutin, kadar elektrolit, kalsium, fosfor, magnesium, atau gula darah tidak rutin dilakukan pada kejang demam pertama. Pemeriksaan laboratorium harus ditujukan untuk mencari sumber demam, bukan sekedar sebagai pemeriksaan rutin.

    Neuroimaging (1)

    Yang termasuk dalam pemeriksaan neuroimaging antara lain adalah CT-scan dan MRI kepala. Pemeriksaan ini tidak dianjurkan pada kejang demam yang baru terjadi untuk pertama kalinya.

    Risiko dan keuntungan penanganan jangka panjang

    Pemberian obat-obatan jangka panjang untuk mencegah berulangnya kejang demam jarang sekali dibutuhkan dan hanya dapat diresepkan setelah pemeriksaan teliti oleh spesialis (2). Beberapa obat yang digunakan dalam penanganan jangka panjang adalah sebagai berikut.

    Antipiretik

    Antipiretik tidak mencegah kejang demam (5,6). Penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan dalam pencegahan berulangnya kejang demam antara pemberian asetaminofen setiap 4 jam dengan pemberian asetaminofen secara sporadis. Demikian pula dengan ibuprofen.

    Diazepam
    Pemberian diazepam per oral atau per rektal secara intermiten (berkala) saat onset demam dapat merupakan pilihan pada anak dengan risiko tinggi berulangnya kejang demam yang berat (2,6). Namun, edukasi orang tua merupakan syarat penting dalam pilihan ini. Efek samping yang dilaporkan antara lain ataksia (gerakan tak beraturan), letargi (lemas, sama sekali tidak aktif), dan rewel. Pemberian diazepam juga tidak selalu efektif karena kejang dapat terjadi pada onset demam sebelum diazepam sempat diberikan (5). Efek sedasi (menenangkan) diazepam juga dikhawatirkan dapat menutupi gejala yang lebih berbahaya, seperti infeksi sistem saraf pusat.

    Profilaksis (obat pencegahan) berkelanjutan

    Efektivitas profilaksis dengan fenobarbital hanya minimal, dan risiko efek sampingnya (hiperaktivitas, hipersensitivitas) melampaui keuntungan yang mungkin diperoleh (5). Profilaksis dengan carbamazepine atau fenitoin tidak terbukti efektif untuk mencegah berulangnya kejang demam. Asam valproat dapat mencegah berulangnya kejang demam, namun efek samping berupa hepatotoksisitas (kerusakan hati, terutama pada anak berusia < 3 tahun), trombositopenia (menurunnya jumlah keping darah yang berfungsi dalam pembekuan darah), pankreatitis (peradangan pankreas yang merupakan kelenjar penting dalam tubuh), dan gangguan gastrointestinal membuat penggunaan asam valproat sama sekali tidak dianjurkan sebagai profilaksis kejang demam.

    Dari berbagai penelitian tersebut, satu-satunya yang dapat dipertimbangkan sebagai profilaksis berulangnya kejang demam hanyalah pemberian diazepam secara berkala pada saat onset demam, dengan dibekali edukasi yang cukup pada orang tua. Dan tidak ada terapi yang dapat meniadakan risiko epilepsi di masa yang akan datang (6).

    Imunisasi dan kejang demam

    Walaupun imunisasi dapat menimbulkan demam, namun imunisasi jarang diikuti kejang demam. Suatu penelitian yang dilakukan memperlihatkan risiko kejang demam pada beberapa jenis imunisasi sebagai berikut (2):

    DTP : 6-9 per 100.000 imunisasi. Risiko ini tinggi pada hari imunisasi, dan menurun setelahnya.
    MMR : 25-34 per 100.000 imunisasi. Risiko meningkat pada hari 8-14 setelah imunisasi.
    Kejang demam pasca imunisasi tidak memiliki kecenderungan berulang yang lebih besar daripada kejang demam pada umumnya. Dan kejang demam pasca imunisasi kemungkinan besar tidak akan berulang pada imunisasi berikutnya. Jadi kejang demam bukan merupakan kontra indikasi imunisasi.

    Sumber

    Provisional Committee on Quality Improvement, Subcommittee on Febrile Seizures. Practice parameter: The neurodiagnostic evaluation of the child with a first simple febrile seizure. AAP Policy 1996; 97:769-775 http://aappolicy.aappublications.org/cgi/content/abstract/pediatrics;97/5/769
    Prodigy Guidance – Febrile convulsion. April 2005. http://www.prodigy.nhs.uk/guidance.asp?gt=Febrile%20convulsion
    Clinical Practice Guidelines – Febrile Convulsion. Royal Children’s Hospital Melbourne. http://www.rch.org.au/clinicalguide/cpg.cfm?doc_id=5132
    Acute Management of Infants and Children with Seizures. December 2004. http://www.health.nsw.gov.au/fcsd/rmc/cib/circulars/2004/cir2004-66.pdf
    Committee on Quality Improvement and Subcommittee on Febrile Seizures. Practice Parameter: Long-term Treatment of the Child With Simple Febrile Seizures. Pediatrics 1999;103:1307-1309
    Baumann RJ. Technical Report: Treatment of the Child With Simple Febrile Seizures. Pediatrics 1999; 103:e 86

    http://aappolicy.aappublications.org/cgi/content/full/pediatrics;103/6/e86

    dr. Nurul Itqiyah H

  24. heriyansyah says:

    ass. anak saya umurnya 2 tahun 3 bulan,sdh hampir 3 hari tdk mau makan buang air terus. dan tdnya demam skrng demam sdh turun. tp skrng msh buang2 air dan tdk mau makan sm sekali tp kl susu masih mau walaupun kami paksa,minum jus atau buah apapun tdk mau. bibirnya jg merah n lidahnya ada putihnya seperti panas dalam. pertanyaan saya bahayakah anak jika tdk mau makan selama 3 hari dan mengatasinya supaya mau makan bagaimana,dan bahayakah anak jika buang2 air terus walaupun buang2 airnya sudah tdk terlalu cair lagi dan sudah tdk panas atau demam.saya sangat butuh sarannya krn saya sangat bingung kl anaknya saya tdk mau makan takut sianak sakit dipencernaan krn tdk mau makan.

    • scabimanyu says:

      Pak (?) Heri, yang pertama, saya turut prihatin dengan kondisi anak Bapak. Kalau boleh saran, Bapak bawa anak Bapak ke Dokter atau Puskesmas terdekat, minta rujukan untuk cek darah dengan dugaan Thypus atau Demam Berdarah (cuma jaga-jaga saja). Nah, dari hasil lab akan dilihat lagi, apakah demamnya karena gara-gara salah satu penyakit tersebut, atau ada penyebab lainnya. Untuk saat ini, usahakan ada cairan yang masuk, baik susu, atau oralit. Untuk susu, kalau memang typhus, biasanya juga akan tetap diare, karena susu memiliki lemak yang tidak mudah diolah oleh pencernaan, terutama yang sedang tidak fit. Jadi, menurut hemat saya, sebelum bertambah parah (karena kita tidak tahu sakitnya apa), lebih baik secepatnya dirujuk ke Dokter, agar tidak salah penanganan. Semoga cepat sembuh.

  25. ajib says:

    Punten kang abimanyu, tolong sy mnt sarannya, anak saya rayyan bayi 8 bulan, sejak 2 bulan sdh berkutat dengan obat rumah sakit krn demam sedang 37.5-38.7% sdh pernah diopname dan didiagnosa ada bakteri dalam darah dan radang paru akibat ada dahak di paru dan diobati dengan di inhalasi / uap, sampai sekarang kondisinya tidak mengalami perubahan signifikan tetap panas berkisar diatas dan batuk berdahak/flu. sudah berbagai dokter umum maupun specialis anak rumah sakit sudah saya ikhtiar dengan seringkali tes darah dan terapi inhalasi tapi tetap tdk ada perubahan. tes lab. hemoglobin 10.3 (11-17)m, hematokrit 31.6 (40-48), leukosit 6 (4.5-10), trombosit 437 (150-400) dan diindikasi juga terkena flek paru krn laju endap darah 27 (0-10) tapi blm bisa di tes mantuk krn menunggu demamnya reda. bayi saya blm bisa duduk sendiri ataupun merangkak seperti anak normal, apakah berbahaya dengan kondisi panas terus menerus terhadap pertumbuhan fisik bayi normal. pernah di kasi fixiphar syrup dan panasnya menurun, tapi dari hasil lab yang terbaru dokter tdk memberikan obat tersebut dan cuma dikasi antibiotik cloracef 500mg utk basmi virus didalam darah dan diinhalasi. tolong kang apa yg harus sy lakukan? utk kesembuhan anak saya, bs jg tolong jelaskan apa itu hemoglobin dan lainnya dan hubungan nya apa dgn demam? tolong ditunggu konfirmasinya sesegera mungkin, terima kasih smg Allah membalas kebaikan akang.

    • scabimanyu says:

      Dear Ajib,
      Pertama-tama saya turut prihatin dengan kondisi Rayan. Heamoglobin atau Hb adalah salah satu komponen darah yang berfungsi membawa oksigen dari paru ke seluruh tubuh.
      Gangguan terkait Hb umumnya akan menghambat peredaran oksigen yang Digunakan untuk memasak nutrisi dari makanan untuk menunjang fungsi organ tubuh. Akibatnya tubuh menjadi lemah dan penyakit akan mudsh menyerang.
      Pertanyaan awal dulu, apakah nafsu makannya normal atau sulit, karena demam yang dialami bisa saja terjadi karena efek antibodi yang secang melawan virus atau ada penyebab lain.

    • ajib says:

      Kang Abimanyu, bayi saya makannya normal dan masih ASI aja, alhamdulillah siang ini panasnya 37.6, batuk pilek sudah mulai menurun setelah di uap sebanyak 6x, anaknya mulai ceria. tapi saya khawatir biasanya malam hari panasnya meningkat 38.3 dan itu berlangsung setiap hari berganti hari panasnya meningkat secara perlahan mendekati angka 39. sekarang obatnya telah habis, ke dokter pun saya sudah tidak semangat krn kasian ke anaknya minum obat kimia terus. bisakah saya beri fixiphar dry syrup (cefixime) ya mengulangi resep dokter yng dulu dan terbukti bisa menurunkan panasnya. saya khawatir dgn pertumbuhan fisik dan otaknya diakibatkan selalu berkutat dgn obat kimia. terima kasih sdh mendengar curhat saya nih. thanks atas jawabannya.

      • Bernard Hidayat says:

        Ibu Rani, Kalau makan/minum ASInya normal dan sudah ada pemberian obat (dari dokter) serta terapi (uap – yang pasti juga harus dengan resep dokter), dan kondisi masih naik turun (siang normal, malam demam) berarti masih ada faktor lain, yaitu lingkungan, apakah lingkungannya cukup higienis (tidak perlu steril, aliran udara cukup demikian juga suhu dan kelembaban udaranya. Mengapa? Karena dengan kondisi udara yang polutif, tubuh anak, apalagi balita belum sempurna terbentuk, sehingga mudah terserang virus. Kalau memang kondisi rumah tidak memungkinkan, bisa saja membawa anak ke tempat yang tingkat polusi, kelembaban dan suhu yang cukup rendah. Saya belum bisa menyarankan secara detail, apakah saya bisa tahu lokasi tempat tinggal Ibu? Maksudnya Jakarta/kota lain dan lebih dekat ke pegunungan atau pantai karena di lokasi2 ini kita bisa memberikan terapi (apabila tempat tinggalnya tidak bisa dikondisikan sebagaimana dibutuhkan)

      • scabimanyu says:

        Bapak/Ibu Ajib,
        Sebelumnya, saya turut prihatin dengan kondisi anak Bapak/Ibu, dan berdoa semoga anak Bapak/Ibu akan membaik dan kembali sehat.
        Mengenai obat kimia, secara medis, memang merupakan dilema. Di satu sisi, obat kimia memang dibuat seperti sebuah panah yang langsung mengena ke sasaran, sedangkan obat alami cenderung membawa efek samping yang tidak selalu baik (bergantung pada kondisi tubuh, terutama terkait alergi, karena obat tradisional/alami memang memiliki spektrum efek samping yang lebih lebar — meskipun efek samping ini tidak dapat disimpulkan selalu buruk)
        Mengenai demam yang tidak kunjung sembuh — naik dan hanya turun bila diberikan obat demam, menurut saya harus ditanggapi dengan serius … mulai dengan kondisi lingkungan yang harus bersih, tidak perlu sampai steril, tapi usahakan tempat istirahat dan aktivitas si anak, memang tidak memiliki resiko kuman/virus/bakteri yang tinggi.
        Kedua, karena sudah berlangsung cukup lama (apakah sudah lebih dari 2 minggu — bila menghitungan jumlah “penguapan”, dan pemberian obat, apakah sudah pernah dilakukan pengecekan darah? Cobalah datang ke dokter yang cocok — artinya terbuka, mau menjelaskan dengan sabar sehingga merekomendasikan pengecekan laboratorium yang sesuai, misalnya apakah harus cek feses/tinja. Yang kedua, karena demam adalah efek dari usaha tubuh, khususnya sel darah putih dalam melawan bakteri/virus, maka, apakah tampak gejala bawaan, misalnya pilek, batuk, pusing, sakit gigi, persendian linu atau sakit perut? Harusnya dari gejala bawaan ini, dokter sudah memiliki gambaran apa penyebab demam dan apa obat penangkal virus/bakteri tersebut…
        Konsep dokter memberikan obat penurun demam adalah hanya bila diketahui apa penyakit yang menyebabkan demam dan memberikan obat tersebut … ditambah dengan obat penurun demam — untuk melakukan “cancellation” — atau dengan kata lain, reaksi tubuh dalam mendeteksi virus/bakteri “dikelabui” seakan-akan si obat berkata pada tubuh — “hai tubuh sudahlah tidak perlu kamu khawatir, saya akan menggantikan tugasmu melawan musuh ..” Kurang lebih seperti itu.
        Jadi, saran saya adalah coba kembali ke dokter yang sama untuk meminta rekomendasi/rujukan pemeriksaan lab atau bila kurang menyakinkan, cobalah mencari pendapat tenaga medis pembanding.
        Semoga masalah Bapak/Ibu bisa cepat tertangani dan si buah hati dapat kembali sehat dan tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan berbakti pada orang tua.

  26. Andry Bendil says:

    Saya mau tanya, biasanya masalah apa saja yang terjadi pada anak usia 1-3 tahun itu??
    Baik masalah penyakit atau masalah tumbuh kembangnya..
    Terimakasih…

    • scabimanyu says:

      Pak Andry,
      Dengan usia balita, seorang anak layaknya tanah lempung yang dibentuk oleh orang tua dan lingkungannya.
      Jadi apa saja permasalahannya, akan sangat kompleks yang menurut saya tidak bisa dikemukakan secara exact karena sama dengan karakter umum tanah lempung, anak juga memiliki karakter unik yang terbentuk karena setiap lingkungan memberikan pengaruh yang direspon secara unik oleh setiap anak. Both physically and psychologically.
      Saran saya, Pak Andry membaca buku-buku perkembangan anak karena di situ banyak pengetahuan yang menarik yang bisa memperluas wawasan kita dalam menghadapi maupun membesarkan anak. Semoga bisa membantu.

  27. tria says:

    Saya mau tanya,anak saya berumur 5bulan,panas sampai 38 c tetapi malam hari saja,sudah hampir 5hari belum sembuh,klo panasna tinggi badannya lemes saja tapi kalau siang hari panasnya turun dia kembali dengan akivitasnya,dia tidak minum asi hanya sufor,,yang saya tanyakan apakah penyakit yang diderita anak saya,bagaimana mengatasi panasnya?

    • scabimanyu says:

      Bapak/Ibu Tria,
      Turut prihatin dengan kondisi sang anak,
      Dari beberapa kejadian yang saya amati, pola siang ceria dan lesu di malam hari menunjukkan adanya proses infeksi atau proses “pertempuran” antara virus dan antibodi.

      Kalau tidak yakin dengan infeksi/virus apa, silahkan konsultasi ke dokter untuk melakukan pengecekan darah.

      Semoga cepat mendapat solusi dan anaknya bisa kembali beraktivitas.

  28. Tatik Kristanti says:

    ass.saya mempunyai seorang anal laki-laki berumur 4 th 11 bln. mengalami panas yg naik turun, dpt dikatakan panas turun krn obat penurun panas. sudah diperiksakan ke dokter. pd hari ke 5 sy bawa ke dr spc anak dan di anjurkan cek darah. hasilnya utk db dan tifus negatif. dr analisa dr tnyata ada infeksi sal kencing dan dr menganjurkan untuk segera dikitan dan saya agak ragu krn menurut informasi atau cerita teman teman biasanya kl anak infeksi sal kencing ada bagian alat fital anak yg bengkak tatau sakit di pake kencing tp anak sy tidak keduanya ini. dan oleh krn itu anak saya
    belum sy kitankan melihat kondisi anak yg sudah stabil sehat. pertanyaan saya apa ada hub panas dng kitan? sebaiknya kpn kitan dilakukan mengingat anak sy seperti td di atas.

    • scabimanyu says:

      Ibu Tatik,
      Saya ikut senang dengan perkembangan dan kembali sehatnya si buah hati.
      BTW, saya coba mengambil kesimpulan dari comment ibu:
      1. Anak ibu sudah sehat kembali, puji Tuhan.
      2. Apakah/kapan seorang anak laki-laki (harus) di khitan

      Karena yang pertama sudah saya sampaikan di atas :), maka pertanyaan kedua saya coba sampaikan pendapat pribadi saya.
      1. Khitan adalah sebuah tindakan untuk menghilangkan sebagian dari penutup penis yang terdapat pada anak lak-laki. Untuk wanita, biasanya dilakukan pada selaput penutup klitoris.
      2. Khitan adalah tindakan yang diatur oleh agama/budaya dan dunia kesehatan. Sehingga usia dan metode2nya pun juga mengikuti kedua panduan tersebut.

      Dengan dasar kedua hal di atas, maka saya pribadi tidak bisa menyarankan/melarang Ibu untuk menaati/mengikuti salah satu atau kedua sumber/panduan di atas.
      Yang pasti khitan pada anak laki-laki “boleh” dilakukan sedini mungkin di atas 2 hari atau pada saat kondisi sang bayi sudah stabil. Sedangkan untuk wanita, sejauh yang saya tahu masih ada perdebatan antara agama, ilmu kesehatan dan aturan negara.

      Sehingga, untuk lebih jelasnya, akan jauh lebih baik, bila Ibu bisa berunding dulu dengan keluarga dan lingkungan agama, dan tentu saja sang anak :) untuk menentukan waktu serta metode apa yang akan dipilih.

      Semoga bisa membantu, dan saya doakan semoga apapun keputusan Ibu dan Si Buah Hati, akan membawa kebaikan bagi keluarga :)

  29. zuwita chapsah yanti says:

    assalamualaikum wrwb,,
    anak saya berumur 5th sdh 2 hari ini badannya panas batuk pilek. jika mlm panasnya smakin tinggi. sdh dibw kedokter tpi blm ada perubahan. pertanyaannya apakah penyakit anak saya ini? dan bagaimn cara mengatasinya? trimakasih,, wassalamualaikum wrwb,,

    • scabimanyu says:

      Pertama-tama, turut prihatin dengan sakit adinda … pertama-tama, coba dicek berapa derajat demamnya, kemudian apakah beberapa hari sebelumnya, karena sedang musim pancaroba di Jakarta/Indonesia Barat, apakah sempat terpapar hujan? Kedua, apakah sebelumnya sempat ada kegiatan yang melelahkan? Kedua hal ini berhubungan dengan turunnya stamina adinda. Karena ada gejala batuk pilek, apakah deman ini mendahului atau justru terjadi setelah batuk pileknya? Bila yang kedua, maka bisa jadi virus batuk pileknya sedang meningkat dan antibodi tubuh mencoba menolaknya sehingga terjadi demam. Ketiga, apakah ada gejala diare? Muntah atau buang air besar yang encer? Bila iya, coba cek darah ke lab, setelah minta rujukan ke dokter anak/umum.
      Sementara ini, coba berikan obat batuk/pilek supaya mereda virus batuk pileknya, setelah obat batuk pilek diminum dilihat lagi apakah demamnya masih timbul … bila iya, coba berikan obat penurun demam, hal ini supaya obat batuk pilek tidak saling melemahkan dengan obat penurun demam. Ditambah lagi obat penurun demam biasanya mengandung pereda nyeri (parasetamol) yang membantu anak beristirahat dengan lebih nyaman. Usahakan asupan nutrisi seimbang, istirahat yang cukup, ditambah denga obat untuk menghambat pertumbuhan virus batuk pileknya, mudah-mudahan adinda bisa sembuh. Bila dalam 3 hari treatment ini tidak membuahkan hasil, bawa kembali ke dokter dan jelaskan langkah yang sudah ditempuh dalam 3 hari ini. Bila sudah tidak ada demam, maka asupan nutrisi yang cukup ditambah obat pereda batuk pilek bisa diteruskan secara proporsional. Jangan makan-makanan yang mengandung gula atau air es berlebihan.
      Semoga adinda cepat sembuh dan kembali ceria beraktivitas.

  30. Bayu agustha says:

    Dokter……anak saya 17 bulan, suhu badannya panas sampai 38’7, sudah saya bawa ke dokter dan katanya sakit radang di bagian dalam, ke,udian diberi obat penurun panas, antibiotik dan untuk radangnya ……. Sekarang panasnya sudah turun menjadi 36,4……namun badan kok masih terlihat lemas sekali ya, makannya susah, dan sering muntah klaau diberikan makanan,,,,,serta buang air besarnya sangat encer berwarna kehijauan, dan terjadi 4x dalam sehari……..balita merasa sering haus dan selalu minta asi/nenen pada ibunya……….dokter,mohon saran serta langkah apa yg harus saya tempuh yaaaaa,terima kasihhhhhhh………..

    • scabimanyu says:

      Pertama, mohon maaf saya bukan dokter .. cuma orang tua biasa saja … :-)
      Turut prihatin dengan kondisi anak Pak Bayu, dari postingannya ada disebut radang (tenggorokan?) Nah telah diberi obat, sehingga demamnya sudah berkurang … tetapi apakah radangnya sudah sembuh? Kalau belum, berarti harus diteruskan obatnya (sesuai resep) sampai radangnya sembuh .. kalau obat habis, radangnya masih .. coba kontrol lagi …

      Sulitnya penyakit THT adalah sangat bergantung pada lingkungan dan respons tubuh manusia atas lingkungan tersebut. Jika dalam kondisi lingkungan ideal, penyakit bisa sembuh dengan obat dan dosis tertentu, ketika lingkungan menjadi tidak ideal, bisa jadi obat dan dosisnya menjadi tidak cocok.

      Soal ASI adalah makanan bayi yang paling lembut dan aman … jadi kalau si Anak bisa mengkonsumsi ASI, justru malah bagus, karena perbaikan/penambahan gizi bisa diarahkan kepada Si Ibu yang relatif (harusnya) lebih mudah karena dorongan motivasi (kedewasaan) bahwa gizi itu bukan hanya untuk diri si Ibu tetapi juga anak yang disusuinya …

      Semoga cepat sembuh …

  31. grace says:

    Anak saya,10thn, demam seminggu sy periksa diberi paraset lalu krn tdk kunjg sembuh diganti ibuproven… Namun sama sj jk dibr obat turun nanti naik ƪαǧî…. Kira2 kenapa Ɣªª dok? Bkn tipus atau DBD..

    • scabimanyu says:

      Hmmm … sudah seminggu ya … harusnya sih sudah bisa ketemu tuh penyakitnya … bisa ditampilkan hasil labnya (yang menyatakan bukan typhus atau DBD)?
      Anyway, saya bukan dokter koq, cuma orang tua biasa, yang anaknya juga pernah demam, sharing bersama dengan rekan-rekan lainnya yang punya pengalaman yang sama …

  32. herman says:

    anak saya pernah panas tubuh 40’5 c dan perna kejang dok. kata orang tua kalau terlalu sering kejang bisa menibulkan penyakit ayan, gimana dok. apa Betul?

    • scabimanyu says:

      Pak Herman,
      Yang pertama, saya bukan dokter, jadi saya tidak bisa memberikan nasihat klinis. Hanya sebagai sesama orang tua saja.
      Yang kedua, ayan atau epilepsi disebabkan oleh beberapa hal termasuk penjelasannya di bawah ini:

      http://id.wikipedia.org/wiki/Epilepsi

      Penyebab Ayan [sunting]

      Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, menggerakkan [otot].
      Pada penderita ayan, kadang-kadang sinyal-sinyal tersebut, tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai unsur-unsur, antara lain; trauma kepala (pernah mengalami cedera di daerah kepala), tumor otak, dan lain sebagainya.
      Umumnya ayan mungkin disebabkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, stroke, tumor otak, alkohol. Kadang-kadang, ayan mungkin juga karena genetika, tapi ayan bukan penyakit keturunan. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.[1]

      Kalau demam tinggi sampai mengakibatkan kerusakan otak, bisa saja beresiko pada penyakit-penyakit yang terkait dengan kerusakan otak, salah satunya ya, epilepsi.

      Kalau boleh tahu, apakah dalam beberapa kali demam tinggi disertai kejang ini diketahui penyebabnya? Lebih baik apabila kita mencoba mencegah kondisi-kondisi yang menyebabkan demam terlebih dahulu.

      Regards,
      Ber.

  33. wiwikagus says:

    It’s very good… Like this!!
    Menambah pengetahuan utk para ortu

  34. praz says:

    pak mau nanya, anak saya umur 2,5 thun. 2 hari yg lalu pagi2 saat bngun tidur dia minum yakult 2skaligus padahal blm mkn pagi.pas siang bangun tidur tiba2 badanya panas dan lemas, pas malamnya panasnya sedikit turun.besoknya badanya kmbli panas tinggi, malamnya stlh minum obat flu sempat sembuh dan ceria lagi,tp tiba2 tdi pagi kembali panas sampai skrng blm smbuh jg. kira2 apa penyebabnya ya?

    • scabimanyu says:

      Dear Pak Praz,
      Turut prihatin dengan kondisi ananda, yang pasti dia sedih karena tidak bisa bermain dan belajar seperti biasa. Terkait dengan urut kronologis bangun tidur – minum minuman probiotik – kemudian terjadi demam naik turun. Maka saya rasa kita harus bertindak dengan seksama. Yang pertama adalah melihat gejalanya apakah infeksi virus atau keracunan. Keduanya harus didiagnosa dengan seksama oleh tenaga medis. Maka saya sarankan untuk segera dirujuk ke dokter untuk diobservasi kedua kemungkinan tersebut.
      Demikian saran saya, semoga bermanfaat dan ananda bisa kembali sehat dan dapat kembali bermain dan belajar seperti sediakala.

  35. waseefah wailah says:

    b0leh saya tahu..apa punca badan panas..dan macam mana cara mengatasinya..??

    • scabimanyu says:

      Bapak/Ibu Waseefah,
      Saya coba jawab, mohon maaf bila tidak sesuai dengan harapan. Demam pada tubuh sebenarnya bukan penyakit, tetapi adalah petunjuk bahwa tubuh sedang “berperang” terhadap “benda asing” yang masuk ke dalam tubuh dan berusaha untuk berkembang biak. Cara mengatasinya tentunya adalah membantu tubuh mengatasi berkembang biaknya benda asing tersebut. Sehingga apabila cara-cara pencegahan sudah tidak bisa mengatasinya, maka jangan ragu untuk merujuk ke tenaga medis yang kredibel.
      Demikian, semoga bermanfaat …

  36. waseefah wailah says:

    adik saya selalu bila dia demam panas badannya tinggi sampai 40c…dan akhirnya sawan…macam mana ya cara untuk atasinya..makasih..:)

  37. dewi abi says:

    dear dr…
    anak saya usia1,5 th. smingu skali panas, dan sembuh sendirinya oleh paracetamol. anak saya juga pilek. dan susah sembuhnya. kira2 penyebabnya apa y dr?

    • scabimanyu says:

      Dear Ibu Dewi,

      Yang pertama saya turut prihatin dengan kondisi anak Ibu, pasti sulit memahami kondisi anak yang “naik turun” seperti itu.
      Yang kedua, saya bukan seorang dokter, saya hanya orang tua biasa yang berharap bisa sharing mengenaik hal-hal terkait perkembangan anak-anak kita.
      Yang ketiga, mengenai kesehatan ananda, coba dipilah dulu Bu, apakah ananda pilek setelah demam atau bagaimana … pada umumnya, demam terjadi beberapa saat (hari) sebelum pilek atau batuk (atau penyakit lainnya) menampakkan diri. Demam dengan frekuensi 1 minggu sekali (7 hari?) bisa saja disebabkan kelelahan akibat waktu main atau lingkungan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh (lelah termasuk salah satu penyebab turunnya daya tahan tubuh). Tetapi ini juga perlu dicermati dengan seksama agar penanganannya juga tidak salah sasaran.
      Saran saya, bila semua “tampak” cukup normal, baik lingkungan, aktivitas dan asupan makanan, maka tidak ada salahnya untuk dirujuk ke dokter umum. Dari situ biasanya akan ada waktu observasi dengan beberapa pendekatan obat umum, apabila nampak perubahan (penyakit aslinya menampakkan diri) maka kembalilah ke dokter tersebut untuk memberikan pendekatan obat yang lebih spesifik sesuai dengan sakitnya.
      Jangan lupa, paracetamol pada dasarnya adalah pengurang rasa sakit, jadi asupan yang rutin akan membawa dampak negatif bagi yang mengkonsumsi (ketagihan dan kebal-sehingga butuh dosis yang lebih tinggi).
      Mengenai virus influenza yang sulit sembuh, pada dasarnya disebabkan asupan makanan bergizi yang kurang jumlahnya (dibandingkan dengan kebutuhan/berat badan). Jika asupan makanan tidak berimbang dengan kecepatan penyebaran virus, maka digunakan therapy dengan obat-obatan medis.
      Demikian tanggapan saya, semoga berguna dan yang terpenting ananda bisa cepat sembuh, sehat dan bisa beraktivitas seperti semula. Tuhan Memberkati …

  38. rika says:

    dear dokter,
    ank saya usiany 1,7 bulan. badannya demam, naik turun suhunya.. tertinggi si 38 derajat.. rewel dan tidak mau makan ataupun minum susu.. minum air putih juga sedikit… sudah 2 hari seperti itu. anak saya jadi ileran semenjak sakit.. tolong infonya.

    • scabimanyu says:

      Dear Ibu Rika,

      Yang pertama ijinkan saya untuk turut prihatin dengan kondisi ananda yang masih sangat belia, dan pastinya merasa tidak nyaman dengan kondisi ini.
      Yang kedua, saya tekankan bahwa saya bukan tenaga medis (apalagi seorang dokter), tetapi saya hanyalah orang tua biasa yang bermaksud sharing dengan orang tua lain atau siapapun yang tertarik dengan topik demam ini.
      Untuk informasi yang ibu sampaikan, saya sarankan ibu untuk segera merujuk ananda ke tenaga medis yang baik (spesialis anak), karena di usia yang sangat dini, kondisi lingkungan sangat terpengaruh, apalagi kalau ada virus/bakteri yang menginfeksi ananda ketika berada di rumah sakit/pada saat kelahirannya.
      Saya kira tidak banyak yang bisa saya tambahkan selain mendoakan agar ananda bisa segera pulih.
      Best regards …

  39. bundadina says:

    anak saya demam suhunya sampai 39,3 dc
    udh saya kompres msh ttp g mau turun suhu nya
    ank saya umur nya 11bln m0h0n solusinya trims

    • scabimanyu says:

      Bunda, pertama-tama saya turut prihatin dengan kondisi ananda …
      Mengenai demamnya, yang pertama kompreslah dengan air hangat dan bukan air dingin. Air dingin akan membuat tubuh bereaksi meningkatkan suhu tubuh dalam bentuk menggigil dan tentunya akan semakin membuat ananda tidak nyaman. Jadi selalu kompres dengan air hangat.
      Kedua, sudah berapa lama demam ini diderita ananda? Dan apakah ada tanda-tanda lain (selain demam) yang ditunjukkan, seperti tumbuh gigi, bintik, ruam dll? Apabila sama sekali tidak terlihat apa-apa, saran saya coba dirujuk ke tenaga medis (dokter umum/dokter spesialis anak) dan coba dipahami diagnosa/pendapat tenaga medis tersebut, apabila kurang meyakinkan, jangan langsung didebat, tetapi perhatikan resep yang diberikan dokter tersebut, dan ketika menebus obat, tolong obat yang tidak berhubungan dan penurun demam — parasetamol/ibuprofen jangan ditebus dulu, bilang saja uangnya tidak cukup dll, tapi resepnya tetap diminta. Hal ini mencoba untuk mengurangi resiko terjadinya salah obat (coba-coba dari dokter), untuk parasetamol/ibuprofen tidak masalah, karena merupakan obat umum, asalkan penggunaaannya sesuai dosis. Dan coba menjadi rujukan pembanding ke tenaga medis yang berbeda. Pada dasarnya pemberian obat bergantung pada penampakan/gejala luar dan pemeriksaan darah/cairan tubuh (feses/air seni) jadi kalau dari penjelasan dokter kurang meyakinkan, harusnya pemeriksaan cairan tubuh dapat menunjukkan informasi yang lebih detail.
      Semoga ananda cepat sembuh Bunda. Tuhan Memberkati …

  40. dodi says:

    Anak saya 2th 2bln, demam sampai 40 dc, lalu di beri proris lewat belakang. demamnya turun. tapi kalau malam naik lagi begitu sampai hari ke tiga, lalu saya kasih sanmol tapi tidak turun juga saya kasih proris lagi sambil di kompres baru turun., kalau pagi suhunya normal tapi kalau sudah malam naik lagi. saya jadi panik kalau tubuhnya sudah mulai terasa hangat pasti saya langsung kasih sanmol/bufect. terkadang saya takut panas tiba2 jadi pada saat suhunya normal tetap saya beri obat. di periksakan ke dokter cuma di ksi sanmol/bufect aja. yang ingin saya tanyakan kenapa anak saya seprti itu ya? apakah tidak apa2 memberikan sanmol/bufect terus menerus? pada saat suhu normal tapi di ksi sanmol/bufect apakah berbahaya?
    terima kasih sebelumnya

  41. kenneth mom says:

    Trimakasih infonya pak dok..sempet cemas jg.

  42. rin handayani says:

    anak sy udah 2hri 2 mlm panas gk trun”,tp skarang pnsnya udah trun,batuk, muntah,trus udah sy bw ke dokter tp kok tmbah lemez gk mau mkan dan panasx naek turun,anak sy usia 11 bln,apa yg hrus sy lakukan?

    • scabimanyu says:

      Ibu Rin Handayani Yth,

      Turut prihatin atas sakit yang diderita ananda. Untuk demam 2 hari 2 malamnya sudah turun/reda? Tetapi dilanjutkan dengan batuk dan muntah? Sudah ke dokter? Kalau boleh tahu apakah dokternya memberikan resep untuk obat/suplemen?

      Agak sulit kalau mendengar keluhannya, karena batuk, demam dan muntah adalah bentuk reaksi tubuh terhadap suatu benda asing dalam tubuh. Kalau menurut saya, Ibu harus observasi dulu paling tidak selama 3-5 hari sejak hari pertama demam. Bila masih belum tampak “benda” dan penyakit apa yang ditimbulkannya, mau tidak mau harus melakukan cek darah. Dan untuk cek darah ini harus ada rujukan dari dokter anak, karena membaca hasil lab juga tidak bisa parsial/satu-satu.

      Sebelum menganjurkan cek darah, seorang dokter harus memiliki skenario, artinya tetap diperlukan pra-diagnosa yang didapat dari hasil observasi. Misalkan untuk Typhus, komponen darah apa yang harus ditest? Apakah cek darah lengkap atau ada yang khusus. Apakah cek urine / feses dll. Hasil lab kemudian dibaca secara menyeluruh, tidak bisa “hanya” dilihat satu persatu.

      Demikian pendapat saya, mohon maaf bila belum bisa memberikan rasa lega pada Ibu, tapi ketiga gejala itu, memang belum bisa menggambarkan dengan gamblang penyakit/penyebab sakit ananda.

  43. teresa says:

    dokter saya benar mau pesang obat gold-g sea cucumber untuk anak usia1thn

    • scabimanyu says:

      Untuk produk, Ibu Teresa bisa konsultasi dengan produsen produk tersebut. Yang saya baca, produk tersebut bukanlah obat, tetapi termasuk sebagai suplemen (koreksi kalau salah ya). Jadi bergantung pada kondisi tubuh, apakah anak ibu sedang menderita sakit tertentu atau kondisi normal. Kalau anak ibu sudah jelas penyakitnya, adalah bijaksana apabila Ibu mengandalkan obat daripada suplemen, sebaliknya apabila anak ibu dalam kondisi sehat atau baru indikasi awal yang tidak mengkhawatirkan, suplemen dalam bentuk gabungan vitamin dan mineral penting tubuh bisa dikonsumsi.
      Ada banyak produk suplemen yang dibuat dari bahan dasar alam yang dikemas dan diolah lebih lanjut sehingga memberi manfaat lebih. Pemberian suplemen untuk anak-anak disarankan melalui konsultasi medis, termasuk tes alergi dan berat badan untuk menentukan dosisnya.
      Demikian yang bisa saya sampaikan.

  44. Ervina Siahaan says:

    Biasa’y anak akan kejang2 atau steff pd suhu tubuh brp? Sy panik anak sy sdh dikasih obt penurun panas. Panas’y ga turun2

    • scabimanyu says:

      Ibu Ervina,
      Mohon maaf sebelumnya karena baru bisa balas sekarang. Untuk kondisi panas yang tidak turun2, saran saya adalah dibawa ke dokter/rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih baik.

  45. Lala14 Arini says:

    Siang pak… sy mau tanya.. anak saya usianya 3thn 5bln.. bdannya panas kalau mlm hari.. klw siang panasnya agak reda,namun diatas rata2 suhu normal.. dan kulit bdannya timbul bintik2 merah seperti biang keringat… namun anak saya msh mw mkn dan masih aktif bermain.sy sudah bwa ke spesialis kulit katanya hanya biang kringat biasa saja.. tp saya takut pak.. karena sebelumnya sempat terjadi kecelakan sedikit jatuh dr motor namun anak saya terbentur dibagian kepala. Apakah itu ngaruh pak??? Takutnya ada radang yg tidak diketahui… mohon informasinya pak..

    • scabimanyu says:

      Dear Ibu Lala,
      Sebelumnya perkenankan saya menyampaikan rasa simpati dan prihatin atas kondisi ananda. Demam sebagaimana ibu sampaikan, memang bisa ditimbulkan oleh berbagai penyebab. Hal itu dikarenakan demam adalah salah satu dari indikator sebuah “peristiwa” yang umumnya berkaitan dengan adanya infeksi dalam tubuh.Penyebab infeksi pada umumnya adalah virus atau bakteri, yang oleh system pertahanan tubuh, diserang balik. Dalam kondisi ini mekanisme tubuh, termasuk saraf dan otak, memberikan warning pada tubuh untuk menghentikan aktivitas yang mengeluarkan energi terlalu banyak (baca terlalu lelah).
      Informasi ibu terkait dengan bintik merah (seperti biang keringat) dan kecelakaan, harus dicermati, apakah ada pusing berlebihan atau mual2/muntah2 sebagai pertanda dini adanya kemungkinan gegar otak. Demikian juga perubahan konsentrasi, aktivitas bisa memberikan indikasi awal adanya hal-hal yang perlu ditelusuri lebih lanjut di institusi medis.
      Mengenai siang normal dan malam demam, dan hubungannya dengan biang keringat (efek bermain pada siang hari), saran saya adalah mengungari aktivitas yang terlalu tinggi (sehingga menimbulkan keringat berlebihan ~ membentuk biang keringat), karena tampak sekali bahwa pada malam hari ketika tubuh terlalu lelah, virus/bakteri yang belum tertangani kembali menyerang tubuh, sehingga sistem pertahanan tubuh harus bekerja keras mengatasinya, dan timbul-lah demam di malam hari, walaupun disiang hari kondisi tampak normal.

  46. Bismillah,
    Mau tanya..
    anak saya 9 bulan, tanggal 6 juni lalu demam 39.6c hingga step. :( saya bawa ke bidan terdekat dan diberi obat penurun panas dr anus.
    demamnya msih berlanjut naik turun slma kr kr 1mnggu. demamnya disertai pilek.
    tgl 18 demam lg hari pertama n step lagi kondisi masih pilek juga :( disuntik lg dr anus :(.
    dan demamnya naik turun hingga skrng tgl 22 blm normal. masih pilek.
    tp tgl 21 kmrin sudah kmi bawa ke dr Spesialis anak di RS, dan kami dibekali obat anti kejang dan parasetamol juga obat batuk pilek n anti biotik. tp qadarullah demam msih naik turun.

    Yg ingin sy tanyakan, gimana supaya kejang itu tidak berulang ya? padahal pas tau dia demam saya lngsung ksih parasetamol. (sudah kasih parasetamol jam 4sore tapi tetap kejang jam 6 mlm)
    dan sudah kompres juga didahi…
    saya jadi dirundung gelisah terus…

    terimakasih

    • scabimanyu says:

      Pertama-tama saya mengucapkan turut prihatin dengan kondisi ananda yang sedang menderita sakit. Sakit anak adalah luka bagi kedua orang tuanya. Membaca cerita dari orang tua mengenai kondisi anak yang belum pulih dalam waktu yang cukup lama, sepertinya memang harus dilakuka diagnosa yang lebih mendalam, mengingat usia ananda yang masih belia dan kondisinya yang naik turun.

      Obat-obatan penurun demam, hendaknya tidak menjadi patokan kesembuhan penyakit, artinya demam yang turun tidak otomatis penyebab demamnya hilang, bisa jadi kondisi virus/bakteri menjadi pasif (bukan karena obat penurun demam, tetapi karena antibodi tubuh yang mampu menekan serangan bakteri/virus). Bakteri/virus akan kembali menyerang baik ringan atau berat berdasarkan kondisi stamina dan antibodi tubuh.

      Untuk itu, guna menjaga kondisi tubuh yang baik tidak menurun drastis, diusahakan agar lingkungan dan asupan nutrisi juga terjaga. Hal tersebut bisa dilakukan melalui pengawasan seksama di rumah maupun dengan cara rawat inap di rumah sakit yang memiliki reputasi yang baik dalam perawatan anak. Mengapa demikian? Kondisi anak berbeda dengan orang dewasa, kondisi anak yang masih dibawah 1 tahun membutuhkan nutrisi dalam jumlah besar karena masih membentuk organ-organ tubuhnya, baik jaringan kasar (otot, tulang) juga halus (jaringan saraf dan otak), kegagalan/gangguan pertumbuhan di awal pertumbuhan membutuhkan waktu yang lebih lama dari waktu normal dan waktu yang lebih lama ini memiliki resiko adanya gangguan dalam pertumbuhan.

      Informasi mengenai rujukan dokter spesialis anak juga perlu mendapat pendapat yang berbeda dari dokter spesialis anak lainnya, hanya sekedar rujukan saja, apakah penyakit sebenarnya memang cuma batuk pilek phase awal atau ada kemungkinan peradangan di dalam jaringan tubuh yang membuat demam mudah meningkat dan menimbulkan step/kejang.

      Bila masih dirawat di rumah, cara menghindari demam yang terlalu tinggi (di atas 38 derajat celcius) adalah dengan menyediakan thermometer yang cukup baik (standard yang sama dengan RS Anak) dan pengukuran dilakukan 1/2 jam sekali hingga 1 jam sekali. Sehingga apabila sudah menyentuh 37,5/38 sudah diberikan obat penurun panas. Cek juga apakah ananda punya alergi terhadap parasetamol atau ibuprofen. Kalau iya maka harus disampaikan kepada dokter anak, apabila tidak tahu, maka minta kepada dokter untuk melakukan test alergi. Pemberian obat-obatan keras di usia awal anak, sangat tidak disarankan kecuali sangat terpaksa.

      Lalu yang terpenting adalah mempertahankan asupan-asupan nutrisi seperti ASI, atau protein (hewani/nabati) agar stamina dan antibodi anak bisa meningkat untuk menahan serangan bakteri/virus. Ingat, bakteri dan virus berbeda, bakteri bisa dilawan dengan antibiotik sementara virus harus dilawan dengan obat antiviral.

      Secara singkat, langkah pertama adalah memastikan penyakit penyebab demam dan jaga asupan nutrisi, kalau memang tidak bisa dirawat di rumah, jangan dipaksakan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

      Akhir kata, saya mengajak orang tua dan keluarga untuk berdoa memohon rahmat dan karunia kesembuhan bagi ananda kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang, jauhkan ananda dari penderitaan dan penyakit, tetapi bawalah kepadanya, kesembuhan dan kesehatan, agar kehadirannya selalu membawa keceriaan dan kebahagiaan bagi keluarga. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: